my.personal.hell

i heart greeen

Wednesday, May 30, 2007

guilty pleassure vs my music taste sucks

Seminggu yang lalu pas saya lagi piknik dirumah amrix sama firma,he said that my music taste sucks.wich means i must have a full medication to sent my music taste back to normal.then i started to wondering"musik yang disebut normal itu kayak apa?" , "Lalu apa kalo saya suka nidji berati taste saya buruk?lalu gimana kalo saya seneng kangen band,dan menganggap musik mereka telah menyelamatkan jiwa saya? apakah derajat saya ikut turun juga?

teman2 saya emang terdiri dari berbagai macam suku dan kasta dalam dunia permusikan (hayyyah).ada yang addict baget sama punk jenis Nofx,social distorsion, dropckick murphys etc and they hate Emo ato orang2 mellow(hey,pdhal meeka juga degerin weezer juga).Ada juga yang seneng lagu2 pop,easy listening yang menganggap lagu2 di paylist saya cuman bikin kuping mereka bengkak.then sgelintir pencinta emo yang nganggep their life sucks (klo saya tidak salah menganalisa), Dan gerombolan2 kelompok lainya yang menjunjung tinggi aliran musik yang mereka anggap penentu identitas mereka.

Then saya dan teman saya itu mulai adu pendapat ttg apa yang membuat sbuah aliran musik itu mempunyai prestige ato value untuk mereka yang mendengarkanya.So then we did a long argument about that.Lalu tiba-tiba i wanna stop this "must be never had an ending" conversation (or maybe i m not good at debating either ) so i said "then,if my music taste really bad,so what?im not gonna die because of that,why u judge what ppl like about music they like?? apa kalo selera musik saya kampungan,kamu g mau lagi temena sama saya?" hohho... then he was quiete for a second and said " ya bukan gitu..."

Sebagai orang yang hampir menggauli (halah) maksutnya menerima sgala jenis musik tanpa meng-kota2kan jenis musik apa yang harus saya senangi,saya jadi lebih menghargai sebuah karya.Sepicisan apapun musik yang dibuat oleh seseorang,at least they've produced something yang notabene butuh energi,tenaga, otak buat created itu semua.dan pertanyaanya balik ke kita, apa kita juga bisa bikin kaya mereka??
Ok,saya emang ga suka radja misalnya ato,hanya lagu2 dangdut tertentu yang bisa masuk ditelinga saya,but at least im not judging their music that bad.Cuz ga gampang jga lho bikin lagu2 macam itu buat saya.Ato saya juga g bisa nyanyi pake suara kaya ulet guling - guling gitu contohnya...
So sebagai seorang yang hanya bisa menikmati (seperti saya),harusnya kita lebih bisa menghargai apa yang sudah mereka produced.Boleh ngritik tapi jangan meng-under estimate nya (yah, i used to act like that before.Something like blamin, judging, ngece, melet - meleti, dan masi banyak lagi sgala cercaan yang saya tujukan buat pemusik2 yang kadang2 saya juga hanya kemakan omongan orang sblum mendenganya lbih dulu)
So,apkh setelah nulis ginian saya jadi orang yang sok berhati mulya karena punya pandangan seperti itu? hoho tidak kawan,karena baru kmaren siang saya ngece temen saya yang laen gara2 nyari mp3 terbarunya peterpan.Tapi tiba2 saya mulei inget percakapan saya dengan teman saya seminggu lalu,dan mulai berhenti mengunderestimate orang yang mencari mp3 dari "pemusik" yang sangat di underestimate oleh banyak orang.yeah mungkin kalo smua orang bisa blajar buat sedikit respect sama orang lain,hidup bakal kerasa lebih indah... dan maybe saya tetep hobi ngutang..


hohoho saya spertinya lagi kesambet kucing garong..
hellz yeah

2 Comments:

  • At 6:56 PM , i.am.an.angel said...

    kelakuan si kucing gariing..

    iyah ,maksut saia dirimuw ituh menggaring kakakakakak.... by the by.saia jelek2 begini pecinta musik nasyid... eh?musik nasyid?ato nasyid saja?halah... pokoknya itu laa.. :P

     
  • At 11:06 PM , thepixltune said...

    biarin wek..xp
    lagi brain dead ini...
    fufufufuufu

     

Post a Comment

<< Home